Terancam Penjara di Atas 6 Tahun, Koordinator Tambang Ilegal Basel Tidak Ditahan

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung tidak melakukan penahanan terhadap SN (Sopyan) tersangka kasus ilegal mining dan perambahan kawasan hutan produksi Parit 2 Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan.

Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Kombes Pol Haryo Sugihartono mengatakan tersangka SN tidak ditahan karena adanya upaya kepolisian dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Tidak ditahan karena wabah Covid-19 saat ini bikin kita berpikir. Yang pasti SN kooperatif,” ujar Haryo kepada Lensabangkabelitung.com, Senin, 4 Mei 2020.

Meski tidak ditahan, kata Haryo, tersangka SN dikenakan wajib lapor ke penyidik yang dilakukan setiap Minggu.

“Selain soal pandemi, tersangka tidak ditahan karena identitasnya jelas. Apalagi sebelumnya tersangka bekerja di salah satu perusahaan yang jelas juga. Itu pertimbangannya,” ujar dia.

Menurut Haryo, pihaknya tidak main-main dalam melakukan penegakan hukum terhadap kasus ini. Buktinya, kata dia, tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Undang-undang Minerba dan Undang-undang Kehutanan.

“Ancaman hukumannya diatas 6 tahun penjara. Dijerat pidana berlapis karena melanggar Pasal 158 Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang minerba dan Undang-undang kehutanan nomor 18 tahun 2013,” ujar dia.

Haryo menambahkan tindakan penegakan hukum yang dilakukan pihaknya tersebut juga diikuti dengan mengamankan sejumlah barang bukti.

“Saat dilakukan penegakan hukum, kita mengamankan peralatan yang digunakan untuk menjalankan aktivitas tersebut mulai dari 2 eskavator, 2 unit mesin pompa, mesin pompa air, slang yang digunakan untuk menyedot air hingga timah basah. Barang bukti sudah diamankan di Mapolda Bangka Belitung,” ujar dia.

Penulis : Servio M | Editor : Nico Alp

Share.

About Author

redaksi@lensabangkabelitung.com'

Leave A Reply