Dijerat Pasal Berlapis, Koordinator Tambang Ilegal Basel Terancam Penjara Diatas 6 Tahun

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung menetapkan Sopyan (SN) koordinator tambang ilegal di Hutan Produksi Parit 2 Kabupaten Bangka Selatan sebagai tersangka kasus penambangan ilegal dan perambahan kawasan hutan.

Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Kombes Pol Haryo Sugihartono mengatakan tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Undang-undang Minerba dan Undang-undang Kehutanan.

“Ancaman hukumannya diatas 6 tahun penjara. Dijerat pidana berlapis karena melanggar Pasal 158 Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang minerba dan Undang-undang kehutanan nomor 18 tahun 2013,” ujar Haryo kepada Lensabangkabelitung.com, Senin, 4 Mei 2020.

Haryo menuturkan kasus dengan tersangka Sopyan tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan terkait ilegal mining dan perambahan hutan produksi.

“Jadi kasus bermula saat kita menerima informasi adanya ilegal mining yang beroperasi dari Januari kemarin yang memanfaatkan lahan bekas garapan mitra PT Timah. Namun dalam pelaksanaannya, tersangka menambang tanpa izin hingga sudah merambah kawasan hutan produksi,” ujar dia.

Haryo menambahkan dengan adanya aktivitas tersebut pihaknya melakukan tindakan penegakan hukum dengan mengamankan sejumlah barang bukti.

“Saat dilakukan penegakan hukum, kita mengamankan peralatan yang digunakan untuk menjalankan aktivitas tersebut mulai dari 2 eskavator, 2 unit mesin pompa, mesin pompa air, slang yang digunakan untuk menyedot air hingga timah basah. Barang bukti sudah diamankan di Mapolda Bangka Belitung,” ujar dia.

Dari informasi yang diterima Lensabangkabelitung.com, tambang yang dikondisikan oleh Sopyan di hutan produksi Parit 2 Kecamata Toboali Bangka Selatan tersebut diduga kuat milik AL.

Penulis : Servio M | Editor : Nico Alp

Share.

About Author

redaksi@lensabangkabelitung.com'

Leave A Reply