Siapa Penampung Timah Ilegal dari HL Lubuk? Ini Kata Dirkrimsus

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Dua unit alat berat dan peralatan mesin tambang yang merusak kawasan Hutan Lindung (HL) untuk tambang timah di Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah telah diamankan oleh anggota Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung selama dua hari terakhir.

Meski identitas pemilik alat berat dan pemilik tambang sudah diketahui, yakni A dan B, timbul pertanyaan siapa penampung timah dari hasil aktivitas ilegal tersebut.

Terkait pihak yang bertindak sebagai penampung timah ilegal tersebut, Dirkrimsus Polda Bangka Belitung Kombes Haryo Sugihartono mengatakan pihaknya telah mengamankan dua orang saksi yakni petugas operator alat berat dan helper.

“Kegiatan penambangan tersebut mulai 13 Maret 2020 lalu hingga kita amankan kemarin. Menurut saksi kegiatan penambangan tersebut sudah menghasilkan pasir timah. Namun saksi tidak mengetahui dimana dilakukan penjualan pasir timah tersebut,” ujar Haryo kepada Lensabangkabelitung.com, Selasa, 7 April 2020.

Haryo menuturkan pemilik alat berat jenis excavator yang diamankan tersebut adalah saudara A, laki-laki berumur sekitar 50 tahun. Sedangkan pemilik dari kegiatan pertambangan yang menggunakan alat berat A tersebut adalah B, laki-laki yang beralamat di Koba Kabupaten Bangka Tengah.

“Dilakukan ploting titik koordinat dengan menggunakan GPS bahwa lokasi penambangan tersebut berada dalam kawasan hutan lindung Lubuk,” ujar dia.

Menurut Haryo, pihaknya hari ini kembali mengamankan alat berat yang membabat kawasan HL Lubuk Besar. Dengan begitu, kata dia, total 2 unit alat berat yang diamankan sejak kemarin berikut peralatan tambang.

“Hari ini kita kembali mengamankan satu alat berat dan peralatan mesin tambang. Jadi sudah dua alat berat yang diamankan. Saat ini anggota dalam perjalanan ke Mapolda untuk membawa alat berat tersebut.

Pemiliknya orang yang sama dengan alat berat yang kita amankan kemarin,” ujar dia.

Haryo menambahkan saat ini pemilik alat berat A dan pemilik tambang B direncanakan akan segera diperiksa dengan status saksi dan selanjutnya akan dilakukan gelar perkara.

“Perkara ini sudah kita tingkatkan ke tahap penyidikan. Untuk A sebagai pemilik alat berat dan B sebagai pemilik tambang akan segera diperiksa. Sedangkan untuk I operator alat berat dan E helper alat berat belum kita tahan meski kemarin sempat diamankan,” ujar dia.

Penulis : Servio M | Editor: Donny Fahrum

Share.

About Author

redaksilensa@lensabangkabelitung.com'

Leave A Reply