Anjing Penjaga Dikeluarkan Saat Sidak DPRD Basel, PT SJL Resmi Dilaporkan ke Polda Babel

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – DPRD Kabupaten Bangka Selatan resmi melaporkan perusahaan tambak udang PT Sadai Jaya Lestari (SJL) ke Polda Bangka Belitung. Laporan tersebut disampaikan karena pihak PT SJL dinilai telah melakukan intimidasi dan menghalangi tugas negara.

Kuasa Hukum DPRD Bangka Selatan Iwan Prahara mengatakan laporan balik terhadap PT SJL disampaikan atas nama lembaga dimana Ketua DPRD Bangka Selatan memberikan kuasa untuk melaporkan pihak PT SJL.

“Pihak PT SJL sudah menghalang-halangi tugas negara yang dilakukan DPRD Bangka Selatan. Hari ini setelah kami konfirmasi, maka kami melaporkan balik PT SJL,” ujar Iwan kepada Lensabangkabelitung.com usai menyampaikan laporan ke Polda Bangka Belitung, Rabu, 1 April 2020.

Menurut Iwan, pihaknya melakukan cross check terkait pemberitaan pihak PT SJL yang melaporkan anggota DPRD Bangka Selatan Dian Sersanawati ke Ditreskrimum Polda Babel. Setelah dicek, kata dia, laporan tersebut baru sebatas pengaduan dan belum ada laporan.

“Setelah kami konfirmasi belum ada laporannya baru sekedar pengaduan. Kalau pun ada laporan kami siap menghadapi. Tapi ingat bahwa ibu Dian sebagai anggota DPRD melakukan sidak atas permintaan masyarakat dan adanya pengaduan masyarakat,” ujar dia.

Apa yang dilakukan Dian Sersanawati, kata Iwan, merupakan tugasnya sebagai anggota DPRD. Anggota DPRD dalam melaksanakan tugas apapun merupakan atas nama negara.

“Maka mereka memiliki hak imunitas. Mereka tidak bisa dipidana selama menjalankan tugasnya,” ujar dia.

Anggota DPRD Bangka Selatan Dian Sersanawati mengatakan sudah bekerja sesuai SOP dan saat melakukan sidak sudah mengantongi surat tugas yang dikeluarkan oleh pimpinan dewan.

“Kalau setiap tegas dari DPRD yang menjalankan tugas disebut arogansi, maka pengusaha yang tidak mempunyai izin untuk mendirikan bangunan atau melakukan usaha di Basel akan seenak-enaknya,” ujar dia.

Dian menuturkan saat melakukan sidak pihaknya merasa seperti terintimidasi karena pihak perusahaan mengeluarkan anjing pada saat sidak berlangsung.

“Makanya kita tidak membuat diskusi di dalam ruangan karena kita tidak berani mendekat karena ada anjing. Pihak perusahaan juga tidak menyediakan ruang bagi kami untuk melakukan diskusi. Mereka tidak bisa menerima kami. Dan perizinan, pengusaha tidak ada menunjukkan sama sekali bahwa mereka punya izin baik izin usaha atau IMB,” ujar dia.

Kuasa Hukum PT SJL Adystia Sunggara mengatakan tidak mempermasalahkan dengan laporan yang disampaikan kuasa hukum DPRD Bangka Selatan.

“Kalau melapor sah-sah saja karena asebagai warga negara boleh saja. Kami juga sudah sampaikan laporkan. Nanti biar proses hukum yang berjalan yang menentukan. Sebenarnya kami juga melaporkan tugas dan fungsi oknum anggota DPRD yang datang ke tempat klien kami karena saat itu tidak menunjukkan surat tugas. Kita ikuti saja mekanisme dan proses hukum,” ujar dia.

Adystia menambahkan tindakan oknum anggota DPRD Bangka Selatan itu telah membuat kliennya merasa tidak nyaman karena datang dengan arogan dan marah-marah.

“Selain itu memasuki pekarangan tanpa izin dan legalitas menurut hukum dapat dipandang suatu perbuatan pidana. Menurut klien kami yang bersangkutan datang dengan marah dan sempat menampar meja serta menyetop salah satu aktivitas kegiatan. Klien kami merasa tidak nyaman dan terlebih dahulu melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Babel,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Share.

About Author

redaksilensa@lensabangkabelitung.com'

Leave A Reply