Akbar Tanjung Ingin Golkar Ulangi Sukses Pemilu 2004

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Wakil Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung mengharapkan Partai Golkar bisa menjadi pemenang dalam pesta demokrasi Pemilu di 2024 mendatang. Dengan rencana pemilihan calon ketua umum Desember 2019 mendatang, Akbar ingin sukses Pemilu 2004 dengan Golkar sebagai pemenang dapat tercapai di 2024.

“Harapan saya bisa kembali menjadi pemenang karena Golkar pernah menang pada 2004 saat saya menjadi ketua umum. Tidak kurang 128 kursi saat itu. Setelah saya pak JK tidak bisa pertahankan kemenangan. Bahkan turun dari 128 menjadi 106. Begitu juga Abu Rizal Bakrie turun jadi 91. Dan Airlangga turun lagi menjadi 85. Tapi era Airlangga masih tertolong karena kita bisa dua besar,” ujar Akbar kepada wartawan usai peletakan batu pertama pembangunan Graha Insan Cita Bangka Belitung, Minggu, 6 Oktober 2019.

Akbar mengatakan siapa pun yang menjadi ketua umum harus mampu secara optimal menggunakan posisi ketua umum itu bagi kepentingan dan kemajuan Golkar ke depan.Dengan posisi Airlangga yang kini calon tunggal ketua umum, Akbar mengatakan Golkar masih membuka pintu bagi kader lain yang mempunyai minat untuk maju.

“Bambang Soesatyo yang sudah menjadi ketua MPR sudah tidak terlihat lagi langkah beliau yang mengarah sebagai calon ketua umum. Paling tidak itu yang saya tangkap dari move dan gerakan-gerakan dia terakhir. Beliau merasa sudah cukup dengan jabatan ketua MPR dan posisi ketua umum tidak lagi jadi perhatian,” ujar dia.

Akbar menuturkan dirinya tidak mengetahui isu campur tangan Presiden Jokowi dalam penyelesaian kisruh Partai Golkar terkait dukungan calon ketua umum antara kubu Airlangga Hartarto dengan kubu Bambang Soesatyo. Setelah sempat bersitegang, hubungan keduanya mencair setelah Bambang Soesatyo menjadi ketua MPR.

“Ada atau tidak campur tangan Jokowi, saya tidak tahu. Tapi memang sebelumnya beliau (Jokowi) berpesan jangan ada Kegaduhan. Itu saja yang saya tahu,” ujar dia.

Akbar menambahkan pesan Jokowi tersebut bisa saja diartikan kepada kader yang mempunyai keinginan maju menjadi calon ketua umum Golkar untuk saling menjaga.

“Kalau bicara konflik dalam politik itu tidak bisa dihindari. Selain konflik, bisa juga ada konsensus diantara mereka,” ujar dia.

Penulis : vio

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply