Harga Lesu, Timah Kurangi Ekspor

0

Lensabangkabelitung.com, China – Para produsen dan konsumen timah dunia bertemu di xi’an, Provinsi Saanxi China untuk mengikuti Asia Tin Week 2019. Sebagai salah satu produsen terbesar timah dari Indonesia, PT TIMAH Tbk menjadi salah satu delegasi yang ditunggu dalam forum yang diselenggarakan oleh International Tin Association (ITA) ini.

Sejumlah issue strategis dibahas dalam Asia Tin Week tahun ini, terhangat adalah tentang pengaruh trade war China – Amerika terhadap industri timah dunia dan harga komoditi timah.

Pada forum pimpinan, Direktur Utama PT Timah Tbk Bersama -sama dengan para pimpinan perusahaan Timah dunia membahas tentang situasi bisnis pertimahan dunia, hadir di forum ini antara lain perwakilan dari Yunnan Tin, Guang Xi China Tin Group, Traxys, dan ITA.

Pada kesempatan ini Direktur Utama PT Timah Tbk menyampaikan ppada forum internasional bahwa pada sektor pertimahan Indonesia Tidak ada issue tentang raw material supply di Indonesia, beberapa waktu ini pemerintah Indonesia sudah melakukan perbaikan regulasi dengan membuat aturan tentang neraca cadangan dan verifikasi oleh CPI.

“Di Indonesia kita bisa lakukan eksport, jika kita sudah melengkapi standard dan regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah.” Jelas Riza Pahlevi.

Pada kesempatan yang sama, Riza juga menyampaikan bahwa perusahaan akan menyikapi kelesuan harga timah yang terjadi saat ini, dengan melakukan kebijakan efektifitas dan efisiensi pada operating cost, terutama volume eksport.

“Melihat apa yang terjadi pada pasar saat ini, Kita akan lakukan kebijakan untuk menahan volume eksport kenapa, karena harga timah semakin menurun, namun tentu kebijakan ini akan dievaluasi kembali ketika harga sudah membaik”. jelasnya.

Saat ditanya berapa banyak Indonesia akan melakukan reduksi terhadap volume eksportnya, Riza menjelaskan bahwa kondisi harga saat ini kurang mengapresiasi bagi para pekerja tambang sepertinya.

“Dari periode Juli 2019, kami sudah lakukan penekanan volume hingga 20%, jika harga tetap tidak membaik kami akan tetap pertahankan untuk kemudian mengurangi volume eksport hingga 1000 sampai 2000 Ton per bulan. Penambangan Timah adalah sektor yang dalam operasionalnya juga memiliki resiko – resiko, dan kami merasa bahwa harga saat ini kurang
mengapresiasi apa yang sudah kami kerjakan sebagai penambang.” Tegas Riza.

Pada akhir forum leader, para panelis bersepakat bahwa harus ada langkah langkah yang dilakukan untuk mengupayakan perbaikan pada harga timah dunia hingga kisaran diatas 20.000 USD/Ton.

Penulis : Release

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply