Diduga Pungli, Staf Kelurahan Berok Dilapor ke Polisi

0

Lensabangkabelitung.com, Koba – Diduga melakukan pemungutan liar (pungli), staf kelurahan berok bangka tengah berinisial (A) harus berurusan dengan pihak berwajib, diduga staf kelurahan berok ini melakukan pungli atas pembuatan surat tanah milik Bapak Ramli.

Awalnya kejadian tersebut pak ramli menyuruh ponakannya yang bernama junaidi (bujang) yang mengurus pada pertengahan bulan Agustus. tetapi waktu junaidi mendatangi kelurahan berok, kata salah waktu pegawai kelurahan besok menunggu saudara si (A).

“Kejadian tersebut bermula saat pada pertengahan bulan Agustus, saya mengajukan pembuatan surat tanah untuk lahan saya yang berlokasi di Berok. Kemudian setelah dilakukan pengukuran beberapa hari kemudian, oknum tersebut langsung meminta biaya sebesar Rp 1,5 Juta, agar surat tersebut cepat diselesaikan,” ujarnya, Selasa (3/8/2019) malam.

Namun, karena saat itu dirinya hanya bisa memberikan uang Rp 700 untuk uang lelah, sehingga proses pembuatan surat tanah tidak kunjung selesai.

“Saya melihat karena belum memberikan jumlah uang yang diminta, proses pembuatan pun tak kunjung selesai. Hingga mendekati 3 minggu, padahal segala persyaratan hingga tanda tangan pihak terkait sudah saya lengkapi,” jelasnya.

Akhirnya, pada Senin, 2 Agustus 2019, dirinya memenuhi permintaan staf kelurahan tersebut dengan menyetor sesuai dengan jumlah yang diminta. Namun, setelah itu dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polres Bangka Tengah.

“Saya tahu program pembuatan surat tanah ini gratis tidak dipungut biaya, dan saya pun memberikan Rp 700 ribu ikhlas untuk uang lelah. Namun, saya malah diperas sampai 2 kali lipat, ini jelas pungli, ” tukas Ramli.

Ia menambahkan, saat ini kasus sudah masuk ke pihak Polres Bangka Tengah dan berkas sertifikat tanah pun sudah dipegang oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti pengembangan.

“Yang jelas kejadian ini sudah saya laporkan ke pihak kepolisian Polres Bangka Tengah. Sekarang kita tunggu proses pengembangannya sejauh mana,” ucapnya.

Wakapolres Bangka Tengah, Kompol Sahbaini, S.H saat dikomfirmasi mengatakan, belum mengetahui kasus pungli tersebut karena laporan belum sampai ke mejanya.

“Sampai saat ini, saya belum menerima laporan adanya kasus pungli, coba tanyakan ke Kasat Reskrim,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Robbi Ansyori mengkomfirmasi bahwa kasus tersebut sedang tahap pengembangan lebih lanjut.

“Saat ini kita belum bisa berbicara banyak, karena masih dalam proses pengembangan,” pungkasnya.

penulis : Hendri

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply