Merasa Dinonjobkan tanpa Alasan, 7 ASN Pemprov Babel Datangi Polda Babel Lapor Gubernur

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sebanyak 7 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 16 ASN yang dinonjobkan, Senin Malam, 5 Agustus 2019, mendatangi Polda Babel untuk melaporkan Gubernur Erzaldi Rosman. Para ASN tersebut tidak terima dinonjobkan tanpa alasan jelas dan merasa dipermalukan didepan umum. Namun laporan tersebut belum diterima pihak kepolisian dengan alasan konflik ASN sudah diatur dalam Undang-undang ASN.

“Meski belum diterima (Polisi), kita akan mengadukan persoalan ini ke DPRD Bangka Belitung dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Kita merasa dizolimi karena tiba-tiba saja dinonjobkan didepan orang ramai,” ujar ASN Pemprov Bangka Belitung Hermanto kepada wartawan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolda Bangka Belitung, Senin Malam, 5 Agustus 2019.

Menurut Hermanto, mereka dinonjobkan tanpa tahu kesalahan dimana. Selain itu, dia dan rekan-rekannya yang lain tidak pernah mendapatkan teguran maupun Surat Peringatan (SP) 1,2 dan 3.

“Undangan yang kita terima adalah untuk mengikuti pengarahan. Sebagian rekan yang lain diundang untuk pelantikan. Namun malah dinonjobkan dan diumumkan didepan orang ramai saat pelantikan. Kita tanya apa kesalahan kita. Jawaban Gubernur terkait disiplin dan belum mempunyai sertifikat barang dan jasa. Faktanya ada banyak yang mempunyai sertifikat itu,” ujar dia.

Hermanto menduga pihaknya menilai tindakan sepihak nonjob itu terkait dengan ada beberapa ASN yang telat dan tidak ikut senam pagi. Namun hal itu dia dibantah.

“Ini sudah tidak layak lagi. Sudah semena-mena dan bentuk penzoliman. Padahal ada rekan kita yang sebentar lagi pensiun, ada yang jadi tulang punggung keluarga dan harus merawat suami yang sakit. Sedangkan saya harus membiayai tiga orang anak yang saat ini sedang kuliah,” ujar dia.

Pejabat Sementara Sekretaris Daerah Pemprov Bangka Belitung Yulizar mengaku belum tahu soal protes dan penonjoban para ASN tersebut.

“Saya belum tahu. Mau konfirmasi ke BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) dulu,” ujar dia.

Yulizar menambahkan alasan dinonjobkan sejumlah ASN tersebut dikarenakan tidak lulus ujian sertifikasi barang dan jasa.

“Mereka belum lulus sertifikat pengadaan barang dan jasa bagi eselon III dan IV. Jadi bukan karena tidak ikut senam,” ujar dia.

Penulis : vio

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply