Kelenteng Cetya Dharma Abadi Pohin Gelar Altar Sembahyang Rebut Selama 3 Hari

0

Lensabangkabelitunh.com, Sungailiat – Kelenteng Cetya Dharma Abadi Dusun Pohin,Desa Air Duren, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka memeriahkan Sembahyang Rebut dengan patung Thai Se Ja dan Ta Ciao.

Ketua Kelenteng Cetya Dharma Abadi Pohin, Tjhin Djun Po alias Sutopo menyampaikan bahwa Ritual Sembahyang Rebut di Kelenteng Cetya Dharma Abadi Pohin ini dilaksanakan selama 3 hari,dari tanggal 14,15 dan puncaknya pada tanggal 16 bulan ke 7 bertepatan pada Kalender Imlex.

“Jadi Ritual Sembahyang Rebut dengan adanya patung Thai Se Ja ini,guna mempertahankan budaya Tionghoa yang sudah setiap tahunnya dilaksanakan.

Seperti didepan altar dihadapkan buatan patung besar Raja Dewa Akhirat atau disebut Thai Se Ja,” ujarnya Kamis (15/8/2019) di Pohin.

Ia mengatakan sekitar jam 17:45 wib,Rabu (14/8/2019) kain berwarna merah yang menutup mata Thai Se Ja itu dibuka atau disebut Khoi Kong.

“Khoi Kong bertanda pembukaan sebagai harapan akan kebaikan,kesejahteraan untuk manusia. Pembukaan Kain Merah pada patung Thai Se Ja bearti Raja Dewa Akhirat telah aktif untuk mencatat para arwah dan mereka (para arwah) siap untuk mulai menikmati hidangan sesajian yang ada dialtar perjamuan,” kata Sutopo.

Thai Se Ja atau Raja Dewa Akhirat dipercaya bertugas untuk mencatat nama-nama arwah bergentayangan serta membawa para arwah kembali kedunia akhirat. Yang  mana diatas Kepala patung Thai Se Ja dikontrol oleh patung Dewi Kuan Im, agar para arwah tidak menganggu manusia. Patung Dewi Kuan Im tersebut berposisi berpayung diatas patung besar Thai Se Ja dengan sebutan Payung Keramat. Payung tersebut dipercaya membawa kemakmuran dan perlindungan untuk manusia.

Selain patung Thai Se Ja, tertata juga patung-patung kecil yang disebut Ta Ciao. Ta Ciao menggambarkan 10 tahapan hukuman neraka yang harus dilewati manusia setelah meninggal. Sebagai sebab-akibat dari dosa-dosa yang telah diperbuat selama masa hidupnya.

Selanjutnya,pembakaran patung Thai Se Ja menandakan bahwa arwah yang telah tercatat telah dibawa kembali olehnya kedunia akhirat. Sehingga manusia dapat kembali melanjutkan aktifitasnya tanpa harus takut diganggu oleh arwah gentayangan tersebut,”jelasnya.

Setelah kegiatan Sembahyang Rebut ini selesai,Kami dari pengurus Kelenteng akan membagikan sembako yang telah disumbangkan oleh para Donatur untuk dibagikan secara merata ketiap-tiap rumah dilingkungan Pohin,” katanya.

Penulis : Vera

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply