BFS Bangka Study Edukasi Lingkungan Kepada Generasi Muda

0

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan, Bangka Flora Society (BFS) melakukan kegiatan pembekalan mental serta pembentukan karakter berupa study edukasi lingkungan pada tanggal 22-27 Agustus 2019 di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti 18 orang sahabat alam dari Sekolah Alam Langit Biru binaan Bangka Flora Society.

Fahmi Andika, koordinator kegiatan, study edukasi lingkungan ini berupa kegiatan belajar di lingkungan dengan harapan agar peserta yang merupakan generasi muda memiliki rasa cinta, sadar dan bertanggung jawab terhadap SDA untuk melindungi dan melestarikannya. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menambahkan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan sehingga bisa digunakan untuk melindungi dan mengelola lingkungan hidup di tempatnya masing-masing. 

” Berbagai tempat yang dikunjungi antara lain kebun binatang Gembira Loka, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Tebing Breksi, Hutan Pinus Mangunan, Puncak Becici, Kampus UGM serta goa Kalisuci.

Selain tempat tersebut, peserta melakukan kegiatan penanaman pohon di tepian sungai Tempuran di kawasan wisata Candirejo bersama Mbah Slamet Tugiyanto, penerima Penghargaan Kalpataru 2007 dan Pak Michael dari Yayasan Kebun Raya Indonesia. Kegiatannya kita kemas menarik, belajar sambil berekreasi. Tema yang kita yang kita usung yakni Belajar, Peduli Dan Berkarya untuk pelestarian alam menuju hari esok yang lebih baik ,” ujar Fahmi yang juga menjabat Sekretaris BFS ini,Kamis (29/8/2019) di Sungailiat. 

Doniyen, Ketua Siswa Sekolah Alam Langit Biru mengaku gembira mengikuti kegiatan ini. “Banyak pengetahuan yang saya dapatkan.Bisa melihat secara langsung berbagai tempat menarik serta bertemu dengan berbagai  tokoh teladan yang peduli lingkungan menginspirasi saya untuk terus peduli terhadap lingkungan serta menggali berbagai potensi wisata yang ada di Bangka. Cerita Tebing Breksi yang semula hanya tumpukan batu-batu besar, bisa dijadikan tempat wisata yang luar biasa menjadi salah satu inspirasi saya untuk mengembangkan potensi wisata daerah ” ujar pelajar Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Mendo Barat ini.

Sementara itu, Harry F Ramadhan yang akrab disapa Ayi, salah seorang peserta mengaku bangga dan bahagia karena bisa mengikuti kegiatan ini. 

“Kegiatan ini sangat menarik serta menambah wawasan dan semangat saya untuk mengembangkan kawasan biodeversity sungai Upang Desa Tanah Bawah. Setelah ini, berbagai fasilitas dan infrastruktur unik serta menarik akan kami modifikasi dan kembangkan agar bisa menambah keindahan sungai upang. Ternyata dengan bahan-bahan sederhana, bahkan dari limbah sekalipun bisa di berdayakan dengan sentuhan kreativitas dan kekompakan ” ujar Pemuda yang berasal dari Desa Tanah Bawah Puding Besar ini.

Kegiatan study edukasi lingkungan ini sebelumnya juga pernah dilakukan oleh BFS beberapa tahun yang lalu. ” Berkaca dari kegiatan study edukasi lingkungan sebelumnya di Bogor, kegiatan ini memberikan manfaat banyak bagi para peserta. Diharapkan setelah kegiatan ini ada tambahan semangat dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan, terutama dalam pengembangan kawasan wisata sungai Upang desa Tanah Bawah dan Education Garden (EG) di Petaling Mendo Barat,” kata Fahmi.

Penulis : Vera

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply