Wajah dan Data Penambang Timah Ilegal Bisa Dicek di Dukcapil, Ini Caranya

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Masih maraknya aktivitas penambangan timah secara ilegal di Bangka Belitung masih berlangsung saat ini. Tidak dipungkiri jika saat ini cukup sulit mengetahui siapa penambang yang melakukan aktivitasnya secara ilegal. Terkait masalah ini, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memberikan cara mengetahui siapa saja penambang tersebut.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan siapa bisa mengetahui wajah dan data para penambang timah ilegal yang ada di Bangka Belitung.

“Caranya cukup sederhana, yakni hanya dengan foto saja. Database kependudukan kita memungkinkan untuk itu. Jadi yang liar dan ilegal itu diajak foto saja. Kesannya selfi. Dia tidak sadar sedang didalami datanya. Foto close up dikirimkan ke Dukcapil. Nanti dicocokkan dengan database Dukcapil. Nanti dikirim lagi datanya,” ujar Zudan dalam konferensi pers dengan wartawan usai menghadiri kegiatan di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai Kediaman Dinas Gubernur Bangka Belitung, Selasa, 18 Juni 2019.

Menurut Zudan, penambang timah ilegal yang sudah diketahui datanya tersebut bisa diberikan pembinaan atau dibantu dalam kepengurusan pembuatan izin menambang.

“Kalau harus urus izin, dibina untuk mengurus perizinannya. Tapi kalau harus dilakukan penegakan hukum, sudah jelas datanya. Tidak akan salah orang,” ujar dia.

Zudan menuturkan proses mendapatkan data kependudukan bisa didapatkan hanya dalam hitungan menit. Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan semangat yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Dukcapil, yakni One Data Policy atau kebijakan satu data.

“Data kita sudah rapi dan akurat karena sudah 190 juta lebih penduduk yang merekam KTP-el. Hanya kurang 1,03 persen lagi. Khusus di Bangka Belitung hampir seluruh wajib KTP sudah melakukan perekaman,” ujar dia.

Zudan menambahkan wajah penambang timah liar dan ilegal sudah ada dalam database, kecuali pendatang yang belum merekam KTP-el.

“Kalau belum rekaman, Dukcapil turun duluan. Orang luar bisa rekaman disini. Setelah datanya masuk, dia tidak tahu sedang didalami. KPK dan Dukcapil bisa membantu penegakan hukum mulai dari pencegahan hingga penindakan,” ujar dia.

Penulis : Vio

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply