KPK Akan Pelajari Kasus Direktur Smelter PMP yang Divonis Ringan

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Sorotan masyarakat terhadap vonis Direktur PT Panca Mega Persada (PMP) Siauw Sui Thin alias Asui mendapat respon dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pihaknya akan mempelajari vonis ringan yang didapat Asui yang terjerat kasus timah ilegal.
“Nanti kita lihat kenapa cuma dapat dua bulan. Kita pelajari lagi pelan-pelan. Kita akan koordinasi supervisi. Korwil kita kan ada disini,” ujar Saut kepada wartawan di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai Pangkalpinang, Selasa, 18 Juni 2019.

Saut meminta publik tidak mencela apa yang sudah menjadi putusan hakim karena hakim mewakili Tuhan. Selain itu, masyarakat bisa dianggap menghina pengadilan.

“Anda bisa kena Contempt of Court. Anda bisa menghina pengadilan. Kalau tidak puas ada tempatnya untuk banding dan seterusnya. Putusan hakim jangan dicurigai, itu tidak boleh. Putusan hakim harus dihormati. Kalau tidak setuju pakai upaya hukum. Standardnya itu dulu,” ujar dia.

Saut tidak memungkiri jika KPK bisa saja turun langsung jika diperlukan untuk mengecek di titik dan kordinat mana yang terjadi pelanggaran.

“Termasuk siapa yang melindungi karena itu pelanggaran. Negara harus hadir ditengah bumi serumpun sebalai (Bangka Belitung). Kalau memang perlu dilakukan sidak atau melihat satu per satu. Tinggal kita prioritas yang mana,” ujar dia.

Humas PN Sungailiat Narendra Mohni mengatakan pihaknya secara institusi menerima segala bentuk kritik yang membangun terhadap vonis Asui tersebut. Menurutnya, hal itu sejalan dengan upaya mewujudkan visi misi Mahkamah Agung.

“Pengadilan sendiri terhadap masyarakat sangat open. Kita sangat menerima saran dari masyarakat. Kita terbuka karena sidang (Asui) dilakukan secara terbuka untuk umum. Bukan sidang yang tertutup,” ujar dia.

Narendra menambahkan putusan terhadap Asui tersebut sudah incrach karena sampai batas waktu yang ditentukan pihak terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak melakukan upaya hukum lain.

“Putusannya sudah berkekuatan hukum tetap. Kalau untuk dasar pertimbangan vonis, mohon maaf saya tidak boleh mengomentari vonis. Itu kode etik kami. Namun jika masyarakat ingin melakukan laporan pengaduan atau memberikan kritik dan saran, bisa juga melalui kotak pengaduan yang ada di Pengadilan. Silahkan bisa lewat situ,” ujar dia.

Sebelumnya vonis ringan Asui oleh Pengadilan Negeri Sungailiat menuai sorotan publik di Bangka Belitung. Asui yang dijadikan tersangka oleh tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, setelah menampung timah ilegal dari kolektor timah ilegal asal Jebus, Akiong, pada 11 Oktober 2018 lalu. Selain vonis ringan, sejumlah barang bukti yang sempat diamankan itu tidak disita melainkan dikembalikan kepada perusahaan.

Penulis : Vio

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply