Operasi Tertib Menumbing 2018 Tangkap 26 Pelaku Kejahatan Konvensional

0


Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Operasi bersandi Tertib Menumbing 2018 yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung bersama jajaran berhasil menangkap 26 orang pendatang pelaku tindak kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat. Operasi yang digelar selama dua minggu tersebut dilaksanakan dalam rangka menekan angka kriminalitas jelang perayaan natal dan tahun baru 2019.

“Angka kriminalitas di masa perayaan natal dan tahun baru di Bangka Belitung terus meningkat setiap tahun. Tahun ini kita targetkan penurunan dengan menggelar operasi tertib menumbing 2018. Dalam kurun waktu dua minggu, kita berhasil menangkap 26 orang dan mengungkap 37 kasus terdiri dari 15 kasus yang merupakan T.O (Target Operasi) dan 22 kasus non T.O,” ujar Kapolda Bangka Belitung Brigadir Jenderal Istiono kepada wartawan, 18 Desember 2018.
Istiono menuturkan terjadinya kriminalitas jelang perayaan natal dan tahun didominasi oleh kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan kekerasan.
“Untuk wilayah Bangka Belitung, yang paling rawan adalah Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Selatan. Dan sebagian besar yang diamankan adalah pendatang yang melakukan kejahatan karena terdesak masalah ekonomi,” ujar dia.
Terkait hasil operasi tersebut, kata Istiono, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti senilai ratusan juta rupiah dan saat ini sudah diamankan di Mapolda Bangka Belitung dan jajaran Polres.
“Tidak hanya pelaku, orang yang bertindak sebagai penadah barang curian pun kita tangkap dan ikut diproses hukum,” ujar dia.
Istiono mengatakan terjadi peningkatan signifikan terhadap angka kriminalitas untuk kejahatan konvensional saat pelaksanaan natal dan tahun baru dibandingkan dengan 2016. Sejumlah tempat yang sering jadi sasaran kejahatan, kata dia, adalah Bank, tempat Anjungan Tunai Mandiri (ATM), pegadaian, pusat perbelanjaan dan keramaian.
“Kejahatan bersifat konvensional seperti curanmor, curat dan curas masih cukup tinggi. Tempat yang rawan jadi sasaran kejahatan perlu diwaspadai dan ditingkatkan pengamanannya,” ujar dia.
Istiono menambahkan pihaknya mengerahkan 1350 personil untuk pengamanan perayaan natal dan tahun baru. Keseluruhan personil tesebut akan disebarkan ke 29 titik yang dianggap rawan.
“Selain 174 gereja, ada 29 titik konsentrasi massa seperti pusat perbelanjaan, lokasi wisata, lokasi berkumpul massa hingga pusat-pusat pergerakan perekonomian masyarakat yang kita amankan. 1350 personil yang dikerahkan dibantu dengan stakeholder lain,” ujar dia. (yoo)

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply