Kapolda Babel Perintahkan Jajaran Tindak Premanisme di SPBU

0


Lensabangkabelitung.com, PangkalpinanG – Maraknya aksi premanisme dan meresahkan masyarakat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mendapat perhatian khusus dari Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung Brigadir Jenderal Istiono. Dia langsung memerintahkan jajarannya untuk menindak aksi premanisme yang menguasai menjelang perayaan natal dan tahun baru 2019.

“Nanti di Polres jajaran harus bisa mengendalikan situasi di SPBU untuk pendistribusian agar berjalan dengan lancar. Jangan preman yang mengatur. Setiap anggota akan ada di 34 SPBU yang ada di Bangka Belitung,” ujar Istiono kepada wartawan, Senin, 17 Desember 2018.

Istiono meminta petugas dan pemilik atau masyarakat bisa melaporkan ke petugas jika aksi premanisme meresahkan. Seluruh aktivitas pendistribusian BBM, kata dia, akan ditindak jika terbukti ada pelanggaran.

“SPBU tidak boleh melayani pengisian dengan menggunakan jerigen. Pengisian juga dijatah agar tidak terjadi monopoli. Untuk mobil kecil maksimal pengisian 40 liter. Sedangkan untuk mobil besar seperti truk maksimal 60 liter per hari,” ujar dia.

Tidak hanya preman, Istiono juga mengatakan akan menjerat pidana pemilik SPBU yang melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran pendistribusian BBM di tempatnya. Hal tersebut disebabkan pemilik SPBU dianggap pihak yang bertanggung jawab terhadap seluruh pendistribusian BBM.

“Pemilik dan petugas SPBU kalau membiarkan pelanggaran atau melayani aktivitas pengisian BBM yang tidak sesuai juga akan diproses hukum. Kita tidak main-main untuk melakukan penegakan hukum,” ujar dia.

Istiono menambahkan masyarakat yang memiliki informasi dan permasalahan mengenai gangguan Kamtibmas dapat melaporkan langsung ke nomor handphonenya untuk pengaduan.

“Sebagai bentuk pelayanan masyarakat dapat memberikan informasi mengenai gangguan Kamtibmas yang mereka ketahui ke nomor saya 081272800900,” ujar dia. (yoo)

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply