Resi Gudang Kukuhkan Babel Sebagai Provinsi Lada

0

//Gubernur Erzaldi : Saya Ingin Lindungi Nasib Petani…

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Gebrakan kembali dilakukan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan. Politikus muda Gerindra ini menginisiasi pengelolaan lada secara komunal dengan program Resi Gudang Lada. Dengan program baru ini, petani lada kian bergairah untuk mengembangkan produksi dan hasil panen lada.

Sedianya sistem resi gudang ini sudah masuk dalam program Erzaldi untuk memberdayakan petani lada di Babel. Erzaldi mengungkapkan program ini akan direalisasikan November 2017 ini. “Gudang sudah dapat, kita pinjam, ada di Kota Pangkalpinang. Insya Allah November sudah bisa kita mulai. Untuk koperasinya sudah selesai, tinggal di notaris, selanjutnya dibawa ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk didaftar,” ungkap Erzaldidi Lingkungan Pemprov Babel, beberapa waktu lalu.

Rencananya sistem pengelolaan resi gudang lada ini akan melibatkan kelompok tani. Pemerintah Provinsi (Pemprov) diketahui sudah melatih dan memberikan sertifikat operator resi gudang lada tersebut. “Kita akan sosialisasikan masalah ini ke para petani. Jangan sampai mereka titip menitip Lada kepada para pengepul-pengepul, lebih baik langsung saja ke resi gudang lada yang difasilitasi pemerintah,” ucapnya.
 
Erzaldi menjelaskan petani bisa menitipkan lada dengan jumlah minimum 200 kg dan tidak ada batas maksimal. Selain itu, petani bisa menentukan harga lada yang akan dijual. “Bagi Petani yang akan menitipkan ladanya, minimal 200 kg. Jadi, kalau jumlahnya segitu, petani bisa ngumpul. Kalau belum dapat 100, dia bisa ngumpul dengan yang lain,” jelas Erzaldi.

Sistem resi gudang ini, dijelaskan Erzaldi, untuk membentuk ketahanan dan ketersediaan lada untuk komoditas ekspor. Sehingga, bisa meningkatkan harga dan kualitas. Untuk menjaga kualitas, Erzaldi menjelaskan, lada akan masuk proses sterilisasi untuk membunuh bakteri lada. “Sebelum masuk resi gudang, kita sinarkan ladanya. Nantinya ada dua tawaran, lada super atau lada tidak super. Untuk super ada super 1, 2, 3, harganya pun beda-beda. Termasuk yang sudah bebas bakteri berapa,” terang Erzaldi.

Release

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply