INTEGRASI INDUSTRI TIMAH UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI KESINAMBUNGAN

0

Lensabangkabelitung.com – Jakarta, 10 Juli 2017. Indonesia Commodity and Derivatives Exchange- ICDX sejak berdiri tahun 2009 telah berkomitmen sebagai bursa berjangka yang menyediakan platform perdangan komoditi unggulan baik untuk pelaku usaha di Indonesia maupun kawasan Asia. Salah satu bentuk komitmen dan kontribusi ICDX terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yakni pembentukan harga timah yang lebih baik melalui pasar fisik.

Disamping itu, ICDX melalui anak perusahaan PT ICDX Logistik Berikat- ILB akan beroprasi di tahun 2017 sebagai Pusat Logistik Berikat- PLB untuk tujuan ekspor. ILB memilih Pangkalpinang- Provinsi Bangka Belitung sebagai langkah awal karena disitulah sentra produksi terbesar komoditi timah. Beroperasinya ILB tersebut seiring dengan keluarnya Peraturan Dirjen Bea Cukai, Kementrian Keuangan, tentang PLB Ekspor pada 13 Juni 2017 lalu.

“Alhamdulillah, kesempatan ini untuk pertama kalinya kami publikasikan Perdirjeb Bea Cukai tentang PLB Ekspor. Peraturan itu telah terbit pada 13 Juni 2017 lalu. Memang pembahasan peraturan itu cukup menyita waktu, karena ada banyak masukan dari berbagai instansi terkait yang harus dipertimbangkan”, demikian antara lain dikatakan Kepala Seksi Fasilitas Kepabeanan, Ditjen Bea Cukai, Kementrian Keuangan, Dorothea Sigit kepada media di pers conference Pra penyelenggaraan Indonesia Tin Conference and Exhibition- ITCE, di Jakarta 10 Juli 2017.

Lebih jauh dikatakan Dorothea Sigit, pasca keluarnya Perdirjen Bea Cukai untuk PLB Ekspor, pihaknya akan segera melakukan sosialiasasi baik dikalangan instansi pemerintahan maupun dunia usaha. “Peraturan ini sangat ditunggu-tunggu, karena akan membuat daya saing komoditi ekspor Indonesia semakin tinggi di mancanegara”, kata Sigit.

“Kebijakan ini akan meningkatkan kepercayaan pengusahan asing dalam perdagangan komoditi melalui PLB ekspor. Disisi lain, dengan adanyan PLB ekspor akan bermanfaat bagi produsen untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan, sebelum komoditi tersebut diekspor”, terang Dorothea Sigit. “Saya mengapresiasi langkah strategis ICDX mendirikan ILB, sehingga terjadi integrasi antara pasar komoditas dan pasar keuangan”, kata Dorothea Sigit.

Mekanisme pasar fisik timah ICDX telah terselenggara sejak tahun 2013 lalu, seiring keluarnya Permendag No. 78/M-DAG/PER/12/2012 jo. Permendag No. 32/M-DAG/6/2013 dan kemudian disempurnakan menjadi Permendag No. 44/M-DAG/PER/7/2014, jo. Permendag No. 33/M-DAG/PER/11/2015, tentang Ketentuan Ekspor Timah. Tujuan dari kebijakan itu untuk menciptakan pasar timah yang teroganisir, adil dan transparan di dalam negeri. “Disamping itu, akan tercipta acuan harga timah di dalam negeri dan dapat mendorong berkembangnya industri hilir timah. Sebab selama ini hampir 90% produksi timah diekspor ke berbagai negara”, ujar Kepala Bappebti, Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi.

Dengan adanya acuan harga timah di dalam negeri, tambah Bachrul, maka pemerintah dapat menggunakannya sebagai variabel pengambilan keputusan maupun perhitungan royalti timah ekspor.

“Pasar fisik timah untuk penyerahan kemudian – forward market sangat berpotensi sebagai sumber pembiayaan produsen- smelter timah. Mekanisme yang digunakan dengan bukti kepemilikan penyimpanan timah di gudang menjadi jaminan bagi lembaga keuangan dalam memperoleh pembiayaan sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan”, ujar Bachrul Chairi.

Tin Confrence
ICDX pada 27-29 Agustus 2017 mendatang di Bali akan menyelenggarakan Indonesia Tin Confrence and Exhtibition- ITCE yang keempat. ITCE kali ini mengusung teman “Tin Beyond Boundaries; Integrating the Tin Industry for Sustainable Economic Growth”.

“Seperti pada penyelenggaraan sebelumnya, ITCE akan menghadirkan para narasumber yang berkompeten serta dihadiri sejumlah peserta dari mancanegara baik yang sudah menjadi buyer anggota ICDX maupun calon buyer timah. Tentu, ITCE ini juga dihadiri pelaku usaha smelter di dalam negeri, sebab acara ini berpotensi memperluas jaringan bisnis”, ucap CEO ICDX, Lamon Rutten.

Menurut Lamon Rutten, pemilihan tema “Tin Beyond Boundaries; Integrating the Tin Industry for Sustainable Economic Growth” sangat beralasan, sebab pemerintah saat ini fokus pada program peningkatan utilitas Pusat Logistik Berikat- PLB baik impor maupun tujuan ekspor komoditi unggulan Indonesia. “ITCE akan memberikan manfaat dan solusi kepada para pelaku sektor industri timah dan juga pemerintah Indonesia dalan memajukan industri timah nasional untuk pertumbuhan ekonomi berkesinambungan”, katanya.

“ICDX melalui anak usaha ILB, sangat berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang efisien dan didukung oleh sistem logistik modern. Sehingga posisi Indonesia sebagai penentu harga timah dunia semakin kuat dan terintegrasi dengan pasar keuangan global”, papar Lamon.

“ILB tidak hanya berfungsi tempat penyimpanan timah, tetapi ke depan dapat menajdi role mode dan etalase dari berbagai komoditi ekspor lainnya seperti CPO dan karet”, pungkas Lamon.

Penulis : Reza F
Editor : Nico Alp

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply