Harga Tembus 20.000 Dollar, Ini Kata PT Timah

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – PT Timah Tbk sebagai pengekspor tin ingot dunia, memang langsung merespon harga timah dunia setelah menembus US$ 20.000 perton. Dua hari terakhir bulan lalu, harga bagi penjual di London Metal Exchange (LME) naik dari US$ 20.075 ke US$ 20.275 untuk transaksi tunai. Selaku penjual timah di pasar dunia, PT Timah Tbk menyambut baik hal ini.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Agung Nugroho kemarin (1/10) di Griya Timah, memang melakukan gathering dengan media di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Dalam paparan perkembangan perusahaan terkini, Agung juga mengomentari membaiknya harga timah. “Karena tembus 20 ribu itulah makanya kita bisa kumpul,” candanya.

PT Timah Tbk menyambut membaiknya harga timah ini, dengan cara mewacanakan agar Indonesia menjadi penentu harga timah dunia. Direktur Utama PT Timah Tbk Moch Riza Pahlevi Thabrani, juga memberi sinyal kalau mereka akan mengupayakan ‘mimpi’ perusahaan tersebut selama ini. Dengan program mengembalikan kejayaan PT Timah Tbk, sebagai penyumbang devisa terbesar negara. “Kita harus optimalkan karena sektor pertimah bisa mengangkat martabat bangsa,” ungkapnya.

Perlu diketahui, harga timah dunia memang diperkirakan akan membaik tahun depan. Bahkan LME mencatat, pada akhir minggu September 2016 dari menembus 19 ribu ke US$ 20.275 perton diakhir bulan. Karena 30 September LME mencatat, harga tunai pembeli permetrik ton, US$ 20.295 sedang harga tunai penjual, US$ 20.275. Harga tersebut naik dari 29 September 2016, untuk pembelian tunai US$ 20.100 sedang harga tunai penjual US$ 20.075.

Membaiknya harga timah dunia pun membuat, mereka progres kemajuan perusahaan akan lebih cepat. Bahkan pengembangan usaha PT Timah Tbk, pasa bisnis hilirisasi tin ingot kian menunjukan kinerja. Cara ini memang dinilai positif untuk menekat stok timah dunia, sekaligus meningkatkan nilai dari produk awal perusahaan. Tidak hanya itu, pemanfaatan mineral ikutan timah pun diupayakan. Seperti smelter logam tanah jarang, dimana bahan bakunya dari monazit walau masih tahap uji coba. “Smelter torium itu uji coba, izinnya belum keluar,” jawab Riza.

Sekedar informasi, harga cash penjual di LME dalam seminggu ini Senin – Jumat (26 – 30/9) terus meningkat. Senin harga dibuka US$ 19.795, hari ke dua naik US$ 155, Rabu (28/9) turun diangka US$ 19.840, barulah Kamis (29/9) tembus US$ 20.075 dan Jumat (30/9) naik diangka US$ 20.275. “Hanya saja daerah produksi dan cadangan kita memang terus berkurang,” kata Riza.

Penulis : Farizandy

(alp)

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply