Harga Bagus, Stok Bahan Baku Minin

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Awal tahun ini harga beli rata – rata sebulan London Metal Exchange (LME), permentrik ton US$ 13.760,50 menjadi angka terendah. Harga rata – rata bulan kemarin, memang paling tinggi dari 9 bulan terakhir yakni US$ 19.574,09. Harga timah dunia diperkirakan terus membaik di awal tahun 2017, hanya saja stok bahan baku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sepertinya mulai menipis. PT Timah Tbk dalam Media Gathering Sabtu (1/10) di Griya Timah, mengatakan mereka kesulitan mencari bahan baku.

Direktur Utama PT Timah Tbk Moch Riza Pahlevi Thabrani, memang mengaku kalau mereka kekurangan bahan baku. Seharusnya perkiraan harga yang membaik hingga awal tahun 2017, dapat dioptimalkan untuk mendapat keuntungan. “Untuk harga memang semakin naik tapi kita kekurangan bahan baku pasir timah. Makanya penambangan kita harus dimaksimalkan,” jawab Riza.

Beberapa negara mampu menghasilkan balok timah, melebihi kemampuan bahan baku mineralnya seharusnya menjadi perhatian kita semua. Karena dalam sejarah petimahan Babel pasca reformasi, politik pembiayaran diduga makin melegalkan negara tadi mendapat mineralnya. “Mengapa ada negara dengan potensi pasir timahnya kecil tapi produksi balok timahnya jauh lebih besar,” sambung Riza.

Harga tembus US$ 20.000 pada 29 – 30 September 2016, harga beli LME Kamis (29/9) US$ 20.075 untuk harga jual US$ 20.100. Akhir bulan September 2016, harga beli naik drastis menjadi US$ 20.275 dan harga jual US$ 20.295. Dari catatan rata – rata setiap bulan, triwulan I harga memang terus meningkat. Februari – Maret harga beli naik US$ 15.540,48 – 16.982, 38 perton. Rata – rata harga triwulan II 2016, turun dari US$ 17.051,43 di April menjadi US$ 16.729 pada bulan Mei. LME kembali mencatat naik karena, rata – rata harga beli Juni, US$ 16.876,36 perton.

Triwulan III 2016 memang harga rata – rata perbulan terus meningkat dari Juli, US$ 17.821,67 untuk harga beli dan harga jual US$ 17.833,10 perton. Agustus harga beli rata – rata LME membaik, 18.397,27 untuk harga jual 18.413,41 perton. September memang harga rata – rata belum menembus angka 20 ribu, harga beli rata – rata US$ 19.574,09 sedangkan harga jual US$ 19.589,77. “Membaiknya harga timah, juga menggambarkan kebutuhan dunia akan meningkat,” tambah Riza.

Alasan inilah menurutnya, PT Timah Tbk masih memasukan laut di pulau Belitung dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2017. Padahal walau beberapa wilayah lautnya konsensi milik PT Timah Tbk, tapi penolakan sangat kuat. “Pada dasarnya kami ingin mengoptimalkan wilayah yang dimiliki. Kami berharap operasi produksi di Belitung dapat dilakukan,” kata Riza menjawab pertanyaan Teddy Malaka.

Dia merasa sumber daya mineral di laut Belitung harus diperdayakan, dengan teknik penambangan yang lebih ramah lingkungan. Jika alasannya tidak sejalan dengan sektor pariwisata, Pukhet menjadi pembenaran PT Timah Tbk untuk menambang di laut. “Kenapa tidak kita ambil dulu potensinya, kita bisa lihat Pukhet, kawasan itu dulunya daerah penambangan. Kalau merusak trumbu karang, wilayah laut kita dikedalaman 40 meter. Tidak ada trumbu karang dikedalaman laut segitu,” ungkap Riza.

Penulis : Farizandy

(alp)

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply