Bursa Timah Baru Harus Dibentuk

0

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Setelah mendapat keluhan dari member penjual tin ingot, saat Indonesia Tin Conference and Exhibition (ITCE) 2016. Baik Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi maupun anggota DPRD Babel, menilai perlu ada bursa timah lain diluar Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) atau ICDX dinilai akan memiliki prilaku buruk, karena memonopoli penjualan mineral dari Indonesia.

Ketua Komisi II DPRD Babel Antonius Uston kepada lensabangkabelitung.com, mengaku sejak awal memang mengidikasikan BKDI akan menonopolinya. Regulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dalam memberikan ruang hanya kepada BKDI menjadi Bursa Mineral juga dipertanyakannya. “Sangat menyayangkan ada bursa yang lebih tua seperti JFX tidak bisa mejual minerba, bursa tunggal mineral akan terjadi monopoli disemua lini dan tidak sehat,” ungkapnya.

Pernyataan Gubernur agar berdiri bursa lain diluar ICDX di Kota Pangkalpinang, juga menjadi keinginan yang sama Antonius. Karena selain ingin ada bursa lain untuk menjual mineral dari Indonesia, juga daerah penghasil seperti Babel memiliki pendapatan lebih diluar royalti dari ekspor mineral. “Saatnya keran bursa minimal 2 bursa dibuka oleh pemerintah pusat. Agar penjual punya pilihan memilih pasar bursa. Dan peran pemda penghasil harus helas dalam hal pendapatan dari transaksi di bursa,” tambahnya.

Sementara anggota DPRD Babel daerah pemilihan (dapil) Bangka Dollar SE, juga menegaskan BKDI memang tidak sehat dalam memperlakukan member penjualnya. Karena dari alasan keinginan masyarakat Babel membentuk bursa timah, dalam rangka memotong dominasi negara seperti Singapura dan Malaysia. “Pembelinya harusnya langsung user bukan broker lagi, ICDX tidak pernah perduli dengan Babel karena disaat kita lagi promo luar biasa pariwisata justru membuat acara ITCE di Bali bukan di Belitung,” singgungnya.

Hanya saja menurutnya untuk merealisasikan bursa lain, harus didorong kekuatan besar baik itu dorongan massa sampai pendanaan. Karena tidak mungkin pemerintah pusat bergerak menekan Bappebti, jika tidak ada gejolak dan tekanan dari daerah. Karena sebelum ICDX lahir, para pelaku timah memang mendorong aksi penyetopan ekspor dan pengerahan massa. Hanya saja dalam perjalanan, kesepakan para pelaku ekspor timah dikhianati oleh dua orang yang dipercaya. ” Harus ada Bursa Timah baru, idenya tidak lagi sejalan dengan konsep awal, makanya jadi begini,” tambah Dollar.

Penulis : Farizandy

(alp)

Share.

About Author

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Leave A Reply